Transformasi 124 kg ke 64 kg

Bugar secara Syariah
Syar'i Fit, tubuh ringan, ibadah lebih nyaman

Syarifit.id lahir dari perjalanan nyata turun puluhan kilogram dengan pola makan yang terukur, puasa yang terarah, dan aktivitas fisik yang dijalankan tanpa melupakan nilai syariah. Bukan sekadar kurus, tapi sehat dan kuat untuk taat.

Intermittent Fasting dan Water Fasting Tanpa gula, tanpa tepung, tanpa gorengan, tanpa santan berlebih

Perubahan besar dimulai dari niat yang benar dan langkah kecil yang konsisten. Panduan ini adalah pengalaman pribadi, bukan pengganti nasihat medis.

Tiga prinsip utama panduan diet ini

Semua panduan di Syarifit.id berputar pada tiga pilar besar: pola puasa yang tepat, gerak yang bertahap, dan niat yang lurus karena Allah.

1
Dimulai dari IF & Water Fasting
Intermittent Fasting (IF) melatih tubuh akrab dengan rasa lapar yang sehat dan terukur. Water fasting (WF) yang dilakukan dengan pengawasan dan pemahaman memberi ruang bagi tubuh untuk memperbaiki diri. Semua dilakukan bertahap dan tetap memperhatikan kesehatan.
2
Dimulai jalan, berakhir bisa lari
Tidak perlu langsung jadi pelari maraton. Awali dengan jalan kaki ringan, tambah jarak sedikit demi sedikit, sampai akhirnya tubuh siap berlari. Kuncinya adalah konsisten, bukan ekstrem.
3
Niat yang kuat dan lurus
Diet Syar'i Fit bukan sekadar soal angka di timbangan, tetapi amanah menjaga tubuh. Menata niat agar kuat beribadah, mengurangi keluhan kesehatan, dan menjadi teladan bagi keluarga.

Kerangka diet yang saya jalankan

Berikut rangkuman cara saya mengatur makan, puasa, dan gerak. Ini adalah pengalaman pribadi yang bisa menjadi inspirasi. Sesuaikan dengan kondisi masing-masing dan diskusikan dengan tenaga kesehatan jika perlu.

1. Intermittent Fasting (IF) sebagai pintu masuk

Saya tidak langsung water fasting panjang. Awalnya saya biasakan pola Intermittent Fasting: membatasi jam makan, bukan sekadar mengurangi porsi.

  • Mulai dari pola ringan, misalnya 14 . 10 lalu naik 16 . 8.
  • Jendela makan diisi makanan real food . tinggi protein, minim karbo sederhana.
  • Minuman utama . air putih, boleh teh dan kopi tanpa gula.
  • Hindari ngemil di luar jam makan, ajarkan tubuh bahwa lapar tidak harus ditakuti.

Catatan . jika punya riwayat penyakit tertentu (diabetes, tekanan darah, gangguan lambung berat), sangat disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengubah pola makan.

2. Water Fasting (WF) yang terarah

Setelah tubuh terbiasa dengan IF dan pola makan yang rapi, barulah saya mengenal water fasting. Intinya . tidak ada kalori masuk, hanya air putih (boleh teh atau kopi tanpa pemanis), dengan pemantauan tekanan darah dan gula darah secara berkala.

  • WF dilakukan bertahap . misalnya 24 jam, kemudian 36 jam, baru ke 3 hari atau lebih.
  • Selalu cek tensi dan gula darah. Jika terlalu rendah atau muncul keluhan berat, hentikan puasa.
  • Saat berbuka, kembali ke real food dan tidak balas dendam makan berlebihan.

WF adalah strategi lanjutan. Jangan memulai WF panjang tanpa persiapan dan tanpa memahami risiko kesehatan masing-masing.

3. Gerak . dari jalan santai sampai lari

Diet saya selalu dipasangkan dengan aktivitas fisik. Diawali jalan kaki pelan, hanya beberapa ribu langkah per hari, lalu bertahap menjadi jogging dan lari.

  • Mulai dengan jalan kaki 10 . 20 menit per hari, di waktu yang sama setiap hari.
  • Tambahkan durasi atau jarak sedikit demi sedikit, bukan langsung jauh.
  • Saat badan sudah lebih ringan, mulai lari pelan (jogging) dengan pace nyaman.
  • Tujuan utama . tubuh aktif, jantung terlatih, ibadah lebih kuat, bukan sekadar angka pace.

4. Pola makan harian Syar'i Fit

Dalam jendela makan, saya fokus pada makanan yang mendekati bentuk alaminya: tinggi protein, cukup lemak baik, dan karbohidrat yang tidak memicu lonjakan gula berlebihan.

  • Tanpa gula pasir, tanpa minuman manis. Manis diganti dari buah secukupnya atau stevia.
  • Tanpa tepung putih dan gorengan berlebih. Pilih metode panggang, rebus, atau kukus.
  • Banyak sayur hijau, sumber protein seperti ikan, ayam tanpa tepung, telur, dan daging secukupnya.
  • Madu dan kurma digunakan terukur, terutama saat berbuka puasa atau setelah lari.

Alat & produk yang saya gunakan sehari hari

Semua alat dan produk ini bukan jalan pintas, tetapi membantu saya memonitor tubuh, menjaga disiplin, dan membuat perjalanan Syar'i Fit lebih nyaman.

Link Shopee Produk Pendukung

Saya hanya rekomendasikan produk yang saya sendiri sudah menggunakannya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Jawaban ini bersifat edukatif berdasarkan pengalaman dan riset. Tidak menggantikan konsultasi medis, terutama bagi yang memiliki penyakit tertentu.

Apa saja yang boleh dikonsumsi saat Water Fasting dan Intermittent Fasting?
+
Water Fasting (WF): hanya air putih, boleh teh/kopi tanpa pemanis, dan garam elektrolit.
Intermittent Fasting (IF): dalam jam puasa hanya air/teh/kopi tanpa pemanis; dalam jam makan konsumsi real food tinggi protein tanpa gula . tepung . gorengan.
Saat puasa, apa saja yang tidak boleh dikonsumsi?
+
Semua minuman/makanan yang mengandung kalori: gula, madu, susu, krimer, minuman manis, jus, suplemen berkalori, minuman berenergi, minyak, kaldu, dan makanan ringan lainnya.
Mengapa kolesterol bisa naik saat Water Fasting?
+
Saat WF, tubuh membakar lemak sebagai energi. Lemak yang disimpan dalam tubuh dipecah . berubah jadi asam lemak dan keton. Proses ini bisa membuat kolesterol sementara naik karena sedang dilepas dari jaringan lemak. Biasanya akan turun kembali setelah pola makan stabil dan inflamasi menurun.
Mengapa asam urat ikut naik?
+
Saat tubuh membakar cadangan energi dan memperbaiki sel (autophagy), terjadi peningkatan pemecahan purin dari sel tubuh . ini bisa menaikkan asam urat sementara. Biasanya stabil setelah fase adaptasi selesai, terutama jika hidrasi baik dan tidak makan tinggi purin saat jam makan.
Kok lutut sakit saat mulai lari?
+
Lutut tidak terbiasa menahan beban saat bergerak cepat. Solusinya bukan langsung lari cepat, tapi mulai dengan jalan, jogging ringan, memperkuat otot paha & betis, dan perbaiki teknik mendarat. Bukan lutut yang salah, tapi otot penopangnya belum siap.
Apakah boleh minum suplemen saat Water Fasting?
+
Suplemen yang tidak mengandung kalori (tanpa gula, perasa, minyak) boleh. Namun suplemen berkalori, berbentuk sirup, mengandung minyak, ataupun multivitamin lengkap lebih baik dikonsumsi saat jam makan, bukan saat WF.
Mengapa kadang terasa lemas atau sempoyongan saat Water Fasting?
+
Tubuh sedang berpindah dari energi gula ke lemak (fase adaptasi). Jika cairan dan elektrolit kurang, bisa muncul pusing atau sempoyongan. Solusinya: cukup minum air dan tambahkan garam Himalaya . garam mineral secukupnya.

Siap mulai perjalanan Syar'i Fit versi dirimu?

Anda bisa memulai dengan langkah paling sederhana: atur jam makan hari ini, pilih makanan yang lebih bersih, dan luangkan 10 . 20 menit untuk berjalan. Dari sana, perjalanan yang lebih besar akan terbentuk.